4 Negara Pelaku Aborsi Tertinggi di Dunia

4 Negara Pelaku Aborsi Tertinggi di Dunia - Negara kita Indonesia memiliki jumlah tingkat lakukan aborsi tergolong lumayan tinggi, walaupun di Indonesia sendiri belum meresmikan adanya aborsi atau yang bisa di katakan ilegal, namun kenapa jumlahnya lumayan tinggi dalam hal aborsi ? Ketentuan undang-undang dari pemerintahan kita tidak dihiraukan bagi wanita yang menjalankan aborsi, sehingga tingkatannya membludak jumlahnya, akan tetapi di Indonesia masih kalah jauh traficnya dari 4 negara dibawah ini.
  1. Greenland - Sebuah penelitian yang dilakukan di Greenland menemukan sebuah fakta yang cukup mencengangkan. Satu dari dua kehamilan di Greenland mengalami aborsi. Keadaan ini membuat tingkat kelahiran dan aborsi nyaris sama, bahkan pada tahun 2000 terdapat 877 kelahiran dan 944 aborsi yang artinya menggugurkan kandungan jauh lebih banyak. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Johnston Archive mengemukakan fakta bahwa, persentase aborsi pada tahun 2016 sebanyak 63% dari 1.000 kehamilan. Artinya 63 bayi tidak akan dilahirkan karena terlebih dahulu digugurkan oleh ibunya. Oh ya, Greenland membebaskan biaya kontrasepsi untuk wanita. Sayangnya kemudahan itu tidak digunakan sehingga kehamilan yang tidak diinginkan kerap terjadi terutama pada remaja.
  2. Rusia - Rusia adalah satu dari beberapa negara yang melegalkan adanya aborsi. Kehamilan yang belum berusia 12 minggu masih bisa digugurkan melalui Obat Aborsi atau cara lain, karena golongan kehamilannya masih terlalu mudah untuk di gugurkan, dengan catatan tertentu. Misal unwanted pregnancy yang bisa membahayakan kesehatan fisik dan juga mental. Kehamilan yang tidak diinginkan karena tindak asusila masih diperbolehkan hingga usia kandungan mencapai 22 minggu. Saat ini Rusia mengalami penurunan jumlah penduduk terutama pria. Negara ini bahkan memperbolehkan warga prianya menikahi dua wanita sekaligus. Dari 1.000 kehamilan di Rusia, sekitar 40 persennya digugurkan karena alasan-alasan di atas. Jumlah itu kemungkinan bertambah mengingat melaporkan aborsi sama halnya membuka aib diri sendiri.
  3. Kuba - Dari 1.000 kehamilan yang terjadi di Cuba, sekitar 40 persennya diaborsi karena berbagai alasan. Mayoritas pasangan muda di Kuba lebih banyak memilih untuk tidak memiliki anak terlebih dahulu sebelum memiliki rumah. Jika dalam hubungan itu terjadi kehamilan, mereka akan melakukan aborsi begitu saja. Bagi mereka yang telah memiliki banyak anak, aborsi dilakukan untuk keperluan mengatur kehamilan atau KB.Aborsi di Kuba diperbolehkan dengan permintaan khusus. Hal ini sedikit bertentangan mengingat mayoritas penduduk yang ada di Kuba adalah penganut Katolik. Alat kontrasepsi sebenarnya mudah didapatkan di sini untuk mengontrol kehamilan. Namun banyak penduduk di Kuba yang tidak suka menggunakan alat ini saat melakukan hubungan badan.
  4. Romania - Sebelum tahun 1967, aborsi di Romania masih dilegalkan sehingga siapa saja yang tidak menginginkan kehamilan bisa melakukan tindakan mengerikan itu. Seiring dengan berjalannya waktu, aborsi jadi dilarang mulai 1967-1990 untuk meningkatkan rasio kelahiran dan menambah jumlah penduduk di Romania sedikit demi sedikit.Pasca tahun 1990, aborsi di Romania kembali diperbolehkan namun dengan beberapa syarat. Aborsi boleh dilakukan jika kehamilan masih di bawah 14 minggu. Siapa saja bisa melakukan aborsi dengan alasan yang tepat. Misal usia ibu sudah sangat tua, sudah punya banyak anak, dan kehamilan yang terjadi karena tindakan asusila. Saat ini persentase aborsi di Romania mencapai 30 persen dari 1.000 kehamilan.
Dari keempat negara diatas, memiliki jumlah tingkatan aborsi terbanyak di dunia, namun dari permasalahan tersebut, semuanya sudah didasari dari berbagai alasan dari kepemerintahan negara tersebut, jadi jumlahnya sangat banyak sekali di bandingkan di negara kita Indonesia yang kepemerintahannya masih ilegalkan aborsi, kalau pemerintahan indonesia melegalkan hal itu, bisa jadi di Indonesia paling tinggi dari ke empat negara tersebut dalam hal Gugurkan Kandungan pada wanita, masih ilegal saja jumlahnya bayak, apalagi kalau di legalkan, jumlahnya bisa mencapai rating tertinggi no 1 di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar